Masjid Tua Padukuan, Nasibnya Kini

Masjid Tua Padukuan merupakan masjid tertua di Nagari Padukuan, Kabupaten Dharmasraya yang selesai dibangun pada tahun 1938.

Masjid Tua Padukuan. [Foto: Rahmatdenas]

Suluah.com – Kabupaten Dharmasraya, Sumatra Barat (Sumbar) memiliki banyak masjid bersejarah yang belum terekspos. Salah satunya, Masjid Tua Padukuan di Jorong Padang Rampak, Nagari Padukuan.

Sayangnya, masjid ini sudah lama tidak digunakan dan dibiarkan begitu saja tanpa perawatan. Padahal, masjid ini merupakan masjid tertua di Nagari Padukuan. Berikut sejarahnya.

Sejarah Masjid Tua Padukuan

Masjid Tua Padukuan merupakan masjid tertua di Nagari Padukuan, Kabupaten Dharmasraya yang selesai dibangun pada tahun 1938.
Masjid Tua Padukuan. [Foto: Rahmatdenas]

Kehadiran masjid di Minangkabau pada masa lampau tak terlepas dari sejarah nagari tempatnya berada. Begitu pula dengan Masjid Tua Padukuan yang terdapat di Jorong Padang Rampak.

Pada umumnya, setiap nagari memiliki masjid utama yang menjadi pusat kegiatan keagamaan oleh masyarakat. Bahkan, salah satu syarat berdirinya nagari adalah keberadaan masjid.

Masjid ini merupakan masjid pertama di Nagari Padukuan. Pembangunannya selesai pada tahun 1938. Ciri khas masjid ini adalah bentuk kubahnya yang bersisik seperti nanas.

Lokasi masjid ini terletak di atas bukit dan di bawahnya terdapat Sungai Batang Siat. Di sungai ini, ada tradisi memeriahkan Hari Raya Idul Fitri dengan mengadakan perlombaan Selaju Sampan.

Selaju Sampan di Sungai Batang Siat atau masyarakat setempat sebut sebagai Pacu Perahu dilengkapi dengan bermacam hiburan lainnya untuk menarik perhatian masyarakat setempat dan sekitarnya.

Masjid yang Terbaikan

Masjid Darussalam Padukuan
Masjid Darussalam Padukuan. [Foto: Rahmatdenas]

Masjid ini terabaikan sejak adanya masjid baru yang lebih besar dari masjid ini, yakni Masjid Darussalam yang berjarak sekitar 300 meter. Menurut catatan Kementerian Agama, masjid baru tersebut selesai dibangun pada tahun 1958.

Seiring waktu, pusat ibadah masyarakat mulai berpindah dan masjid lama menjadi sepi. Rayap menggerogoti satu per satu kayu penyangga. Atapnya pada beberapa bagian terban karena tertimpa ranting pohon.

Baca juga: Masjid Tuo Ampang Gadang, Cagar Budaya yang Terancam Ambruk

Saat Suluah.com berkunjung pada 26 September 2022 lalu, semak belukar sudah menyelimuti sekeliling masjid. Bahkan, area sekitarnya sudah menjadi Tempat Pemakaman Umum (TPU).

Kondisi demikian sungguh memprihatinkan. Namun, sayangnya belum ada upaya lanjut untuk melestarikan masjid tertua ini. [den]

Baca Juga

Surau Anjuang Tanah Sirah yang Berusia Lebih dari Seabad Nyaris Roboh
Surau Anjuang Tanah Sirah yang Berusia Lebih dari Seabad Nyaris Roboh
Cerita Masjid Tua yang "Hilang" di Galogandang Tanah Datar
Cerita Masjid Tua yang "Hilang" di Galogandang Tanah Datar
Masjid Wanita Sungai Limau, Lahir dari Semangat 'Aisyiyah
Masjid Wanita Sungai Limau, Lahir dari Semangat 'Aisyiyah
Masjid Jamik Usang Pasia, Warisan Ulama Harimau Nan Salapan Masa Perang Padri
Masjid Jamik Usang Pasia, Warisan Ulama Harimau Nan Salapan Masa Perang Padri
Masjid Syuhada Sariak, Kokoh Tanpa Besi
Masjid Syuhada Sariak, Kokoh Tanpa Besi
Ruang salat Masjid Tajul Arifin Padang
Melihat Sejarah Islam di Pauh dari Masjid Tajul Arifin