Sejarah INS Kayutanam (4): Zaman Perang Hingga Integrasi ke Sistem Pendidikan Nasional

Suasana INS Kayutanam

Suasana INS Kayutanam pada tahun 1953. [Foto: Ist.]

Suluah.com – Masa-masa awal pemulihan kedaulatan Indonesia adalah masa-masa sulit bagi penyelenggaraan pendidikan, termasuk INS Kayutanam. Situasi dan kondisi politik saat itu belum stabil.

Pemerintah masih berfokus pada pengendalian pertumbuhan ekonomi. Di tengah kondisi demikian, INS Kayutanam hanya mampu menyelenggarakan kursus singkat untuk menunjang pembangunan kembali Indonesia.

Kursus Singkat

Bentuk pendidikan yang diselenggarakan oleh INS Kayutanam pasca-pengakuan kedaulatan Indonesia berupa kursus singkat Guru Revolusioner Indonesia, Kursus Aplikasi Mata Pelajaran Ekspresi, dan Kursus SGB Istimewa.

Pemerintah ikut membantu pembangunan kembali fasilitas fisik di kompleks INS Kayutanam. Menteri Pendidikan dan Pengajaran waktu itu, Bahder Johan menyalurkan bantuan sebesar Rp150 juta untuk mendirikan fasilitas ruang sekolah di sana.

Masa PRRI

Pergolakan politik di Sumatra Barat (Sumbar) pasca-deklarasi Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) pada 15 Februari 1958 memaksa Mohammad Sjafei menutup kursus-kursus singkatnya di INS Kayutanam.

Mohammad Sjafei awalnya berusaha menjadi mediator anatara pemerintah pusat dengan Dewan Banteng. Untuk itu, ia mendirikan Badan Aksi Keutuhan Republik Indonesia (BAKRI) bersama A. Sjarnoebi, Arifin Aliep, D. Purba, dan Mulia Muntje

Di antara pengurus BAKRI termasuk Djamilah Djambek, St. D.M. Pontas, Datuk Bagindo Basa Nan Kuniang, Ibrahim Musa Parabek, dan dr. Rasidin.

Namun demikian, Mohammad Sjafei akhirnya memutuskan mendukung PRRI. Ia tercatat duduk sebagai Menteri Pendidikan dan Pengajaran dalam kabinet PRRI.

Begitu pemerintah pusat melancarkan operasi militer untuk menumpas PRRI, INS Kayutanam turut menjadi sasaran. Hal itu mengakibatkan proses pendidikan di INS Kayutanam kembali terhenti.

Berbenah dan Bangkit

Kondisi politik di Sumatera Barat dan nasional kembali membaik setelah PRRI mereda dan terjadinya peristiwa G30-S yang mengakibatkan Indonesia memasuki babak baru yaitu berganti nya Orde Lama dan Orde Baru.

Namun, usaha pembangunan INS Kayutanam baru dimulai pada tahun 1967 secara swadaya atas permintaan masyarakat dan dorongan dari Menteri Pendidikan dan Pengajaran waktu itu Dr. Sarino Mangoenpranoto.

Pembangunan kembali INS waktu itu dilakukan dengan mendirikan ruang belajar sederhana melalui gotong royong masyarakat sekitar Nagari Kayutanam. Para siswanya berasal dari Kayutanam dan guru adalah mantan siswa di INS Kayutanam.

Pembangunan kembali INS Kayutanam berlanjut pada tahun-tahun berikut nya dengan mengajukan permohonan bantuan tidak mengikat ke pada entitas seperti NOVIB.

Bantuan dari NOVIB adalah dalam bentuk co-financing di mana INS menyediakan nilai fisik yang sama dari bantuan yang diterima dari pihak NOVIB. Hampir seluruh gedung di kompleks INS Kayutanam saat sekarang adalah hasil pembangunan dari bantuan NOVIB.

Integrasi ke Sistem Pendidikan Nasional

Selain dari NOVIB, Ruang Pendidik INS Kayutanam juga menerima bantuan dari pemerintah. Pada tahun 1978, INS Kayutanam menerima bantuan dari Presiden RI yang digunakan untuk merehabilitasi gedung-gedung sekolah dan pembangunan sarana pendidikan berupa kolam perikanan, pertanian, dan perkebunan.

Pihak sekolah juga mendapat bantuan tetap bulanan dari Pemerintah Daerah Sumatera Barat dan Badan Logistik Indonesia.

Perubahan besar dalam model pendidikan INS Kayutanam adalah dengan ada nya keputusan dari para pengurus Badan Wakaf Ruang Pendidik INS Kayutanam pada tahun 1977 untuk mendaftarkan Ruang Pendidik INS Kayutanam ke dalam sistem pendidikan nasional sebagai bagian dari satuan pendidikan formal.

Tujuannya adalah secara institusi, Ruang Pendidik INS Kayutanam dapat memperoleh bantuan seperti sekolah-sekolah lainnya. Maka pada tahun ajaran 1977/1978, Ruang Pendidik INS mulai menggunakan kurikulum dari Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI seperti yang kita kenal sekarang sini. [den]

Baca Juga

INS Kayutanam mengalami masa krisis berupa terhentinya proses belajar mengajar selama periode pendudukan Jepang dan perang kemerdekaan di Indonesia
Sejarah INS Kayutanam (3): Sempat Vakum Hingga Dibumihanguskan
INS Kayutanam menjadi salah satu sekolah bumiputra dengan fasilitas terlengkap di Sumatra Barat pada dasawarsa 1930-an
Sejarah INS Kayutanam (2): Salah Satu Sekolah Bumiputra dengan Fasilitas Terlengkap
Didirikan pada 31 Oktober 1926 oleh Muhammad Sjafei, INS Kayutanam menyelenggarakan jenjang pendidikan menengah setara dengan SMA/MA
Sejarah INS Kayutanam (1): Berdiri 31 Oktober 1926 Menumpang Kamar Sewaan
RM Upiak Banun Kayu Tanam
RM Upiak Banun di Rest Area INS Kayu Tanam Diresmikan
Surau Anjuang Tanah Sirah yang Berusia Lebih dari Seabad Nyaris Roboh
Surau Anjuang Tanah Sirah yang Berusia Lebih dari Seabad Nyaris Roboh
Cerita Masjid Tua yang "Hilang" di Galogandang Tanah Datar
Cerita Masjid Tua yang "Hilang" di Galogandang Tanah Datar