Film Buya Hamka Termahal, Rilis Film Masih Mencari Momen

Buya Hamka menjadi film paling mahal yang digarap oleh Falcon Pictures

Buya Hamka menjadi film paling mahal yang digarap oleh Falcon Pictures. [Foto: Falcon Pictures]

Suluah.com – Pecinta film Indonesia masih harus bersabar menunggu rilis film Buya Hamka. Meski proses produksi film tersebut telah selesai, pihak produksi belum mengungumkan jadwal penayangan film.

"Kami masih planing-in secara programing sebenarnya di bioskop, 2023 atau 2024. Kita lihat momennya," ujar Frederica selaku produser film Buya Hamka dari Falcon Pictures dalam sebuah wawancara di kanal Youtube Yan Widjaya.

Frederica menyebut film Buya Hamka yang produksinya dilakukan pada 2019 itu sebagai film paling mahal yang digarap oleh Falcon Pictures. Film rencananya akan dipecah menjadi tiga bagian.

"Film paling mahal [Falcon Pictures]. Lebih mahal dari Bumi Manusia, karena ada tiga [bagian]," ujarnya.

Ide pembuatan film Buya Hamka pertama kali digagas oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada 2014 saat Din Syamsuddin menjabat sebagai Ketua MUI.

Dalam produksi film, Falcon Pictures bekerja sama dengan Starvision Plus selaku pemilik naskah. Penulisan naskah dikerjakan oleh Alim Sudio dan Cassandra Massardi.

Film Buya Hamka disutradarai oleh Fajar Bustomi dengan bintang utama Vino Bastian sebagai Buya Hamka. Film ini didukung oleh sederet pemeran di antaranya Laudya Cynthia Bella, Desy Ratnasari, Donny Damara, Mawar de Jongh, dan Ayudia Bing Slamet.

Laudya Cynthia Bella berperan sebagai Sitti Raham, istri Buya Hamka. Desy Ratnasari dan Donny Damara masing-masing berperan sebagai Sitti Shafiah, ibu Buya Hamka, dan Abdul Karim Amrullah, ayah Buya Hamka.

Beirkutnya, Mawar de Jongh berperan sebagai Maryam dan Ayudia Bing Slamet berperan sebagai Kulsum. Keduanya adalah wanita yang pernah memikat hati Buya Hamka sebelum menikah dengan Sitti Shafiah. [den]

Baca Juga

Ketua PGI Pdt. Gomar Gultom mendorong upaya terciptanya ruang perjumpaan dan dialog antarumat beragama di Sumatra Barat
Soal Sumbar Provinsi Intoleran, Ini Kata Ketua PGI Gomar Gultom
Sumbar memperoleh peringkat kelima dalam perolehan medali Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (Pomnas) XVII 2022
Menpora Resmi Tutup Pomnas XVII 2022, Sumbar Peringkat Lima
Irwan Prayitno menyebut Universitas Adzkia sejak berstatus STKIP telah melahirkan lulusan yang banyak terserap bekerja di sektor pendidikan
Wisuda Universitas Adzkia XVI, Rektor: 98% Lulusan Terserap di Sektor Pendidikan
Pemprov Sumbar Revitalisasi Kawasan Wisata Lembah Anai
Pemprov Sumbar Revitalisasi Kawasan Wisata Lembah Anai
Rapat Koordinasi Gubernur dan Wali Nagari/Kepala Desa se-Sumbar
Gubernur Mahyeldi Ajak Wali Nagari se-Sumbar Sinergi Bangun Daerah
RM Upiak Banun Kayu Tanam
RM Upiak Banun di Rest Area INS Kayu Tanam Diresmikan