Inkonsistensi Anggota DPRD Sumbar, Tolak Mobil Dinas Tapi...

Sikap beberapa anggota DPRD Sumbar terkait renovasi rumah dinas Ketua DPRD Sumbar berbeda ketika menolak mobil dinas baru Gubernur Sumbar.

Reido Deskumar.

Suluah.com – Gema Keadilan Sumatra Barat (Sumbar) menyoroti sikap beberapa anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumbar terkait renovasi rumah dinas Ketua DPRD Sumbar. Pasalnya, sikap mereka berbeda ketika menolak mobil dinas baru Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar.

Menurut Ketua Gema Keadilan Sumbar Reido Deskumar, sikap beberapa anggota DPRD Sumbar terhadap renovasi rumah dinas Ketua DPRD Sumbar tidak konsisten.

“Saat beberapa orang anggota DPRD mengomentari kepekaan gubernur, mereka sendiri tidak memiliki kepekaan. Mereka seperti menepuk air di dulang, yang ujungnya mengenai muka sendiri,” ujar Reido.

Mengutip situs lpse.sumbarprov.go.id, proyek renovasi rumah dinas Ketua DPRD Sumbar menggunakan anggaran APBD Sumbar tahun 2021. Nilai pagunya sebesar Rp7,360 miliar.

Reido menyadari bahwa DPRD memiliki fungsi pengawasan terhadap kebijakan pemerintah dalam hal ini gubernur dan wakil gubernur. Namun, bukan berarti anggota dewan bisa berkomentar dengan bebas dan tendensius.

“Ketika ditanya soal renovasi rumah dinas Ketua DPRD, anggota DPRD yang sebelumnya banyak berkomentar seperti Nofrizon dari Fraksi Demokrat, kini diam seribu bahasa. Apakah benar-benar tidak tahu atau pura-pura tidak tahu,” katanya.

Sebelumnya, anggota DPRD Sumbar Nofrizon menganggap Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar tak punya kepekaan lantaran membeli mobil dinas baru di tengah pandemi Covid-19.

"Sungguh tak elok dan tak pantas dalam kondisi sekarang melakukan pengadaan mobil dinas. Alasannya mobil lama rusak," ujarnya.

Menurut Reido, seharusnya Novrizon dan khususnya Ketua DPRD Sumbar mengikuti kebesaran hati Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar.

Baca juga: Mahyeldi Minta Maaf dan Serahkan Mobil Dinas Baru untuk Penanganan Covid-19

Diberitakan sebelumnya, Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar meminta maaf atas polemik yang muncul terkait mobil dinas baru dan mengalihfungsikannya untuk operasional penanganan Covid-19.

"Anggota dewan jangan sekadar sibuk mengawasi pemerintah. Perlu juga untuk mengawasi diri mereka sendiri," pungkas mantan Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Andalas tersebut. (red)

Tag:

Baca Juga

Kunjungan Kerja ke Kapur IX, Gubernur Sumbar Percepat Bangun Hilirisasi Industri Gambir
Gubernur Sumbar Percepat Bangun Hilirisasi Industri Gambir
Kecamatan Ranah Pesisir merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Pesisir Selatan. Di kecamatan ini, terdapat 44 sekolah meliputi jenjang pendidikan dasar hingga menengah serta 2 perguruan tinggi.
SD Hingga Perguruan Tinggi di Kecamatan Ranah Pesisir, Kabupaten Pesisir Selatan
Gubernur Sumbar Mahyeldi meminta maaf atas polemik terkait mobil dinas barunya. Mobil tersebut kini ia serahkan untuk penanganan Covid-19.
Mahyeldi Minta Maaf dan Serahkan Mobil Dinas Baru untuk Penanganan Covid-19
Mahasiswa KKN Unand Ulak Karang Utara Padang mengadakan webinar untuk memberikan edukasi mengenai Covid-19 dan pentingnya vaksin Covid-19.
Edukasi Vaksin Kepada Pelajar, Mahasiswa KKN Unand Ulak Karang Utara Gelar Webinar
Mahasiswa KKN Unand Nagari Pelangai Beri Penyuluhan Pembuatan Hand Sanitizer
Mahasiswa KKN Unand Nagari Pelangai Beri Penyuluhan Pembuatan Hand Sanitizer
Mahasiswa KKN Unand Nagari Pelangai melakukan penanaman 15 bibit bunga bangkai di kawasan wisata air terjun Pelangai Gadang, Pesisir Selatan.
Unik! Mahasiswa KKN Unand Nagari Pelangai Tanam 15 Bibit Bunga Bangkai