Kenangan Irwan Prayinto Memancing Bersama Nasrul Abit

Irwan Prayitno menceritakan kisah saat memancing bersama Nasrul Abit. Ia menyebut Nasrul Abit dukun laut karena bisa memperkirakan cuaca.

Irwan Prayitno dan Nasrul Abit.

Suluah.com – Mantan Gubernur Sumatra Barat (Sumbar) Irwan Prayitno mengungkapkan begitu banyak kenangan manis dirinya bersama Nasrul Abit, yang baru saja mengembuskan napas terakhir pada Sabtu (28/8/2021).

Irwan Prayitno dan Nasrul Abit pernah diamanahkan sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar periode 2016–2021. Berikut kisahnya.

Nasrul Abit Sang Dukun Laut

Selama bersama Nasrul Abit, ada kisah menarik bagi Irwan Prayitno yang tidak bisa ia lupa. Saat itu, mereka bersama rombongan hendak memancing ikan ke laut pada malam hari. Namun, pada saat akan berangkat, ia mendapat informasi dari BMKG yang memperkirakan akan ada hujan lebat dan badai.

"Pada hari yang sudah ditetapkan, saya mendapat informasi dari Kasatpol PP yang akan ikut mendampingi saya bahwa BMKG memperkirakan akan ada hujan lebat dan badai di laut pada malam hari," tulis Irwan Prayitno di halaman Facebooknya.

Irwan Prayitno menanyakan kepada Nasrul Abit bagaimana kondisi cuaca dan apakah mereka tetap akan memancing atau tidak. Pak NA, demikian sapaan akrabnya, menjawab bahwa kondisi laut pada malam tersebut bagus, laut tenang seperti danau dan ikan akan banyak datang.

Beberapa anggota rombongan, termasuk Kasatpol PP, sempat ragu untuk berangkat karena berpegangan kepada informasi BMKG. Meski demikian, Irwan Prayitno mempercayai Nasrul Abit.

"Alhamdulillah ucapan Pak NA benar, laut tenang di malam hari. Akhirnya kami pun memberi gelar Pak NA sebagai dukun laut," lanjut Irwan Prayitno.

Nasrul Abit Sebagai Mitra Kerja

"Pak NA adalah sosok yang sigap, proaktif, selalu semangat menjalankan tugas, baik di Sumbar maupun ketika tugas ke luar daerah," demikian kesan Irwan Prayitno.

Bagi Irwan Prayitno, Nasrul Abit adalah mitra kerja yang sangat baik. Padahal, kata Irwan, tidak ada pembagian tugas khusus atau kesepakatan suatu kewenangan di antara mereka.

"Beliau bisa mengerti dan memahami pemikiran saya dalam menjalankan roda pemerintahan sehingga di antara kami bisa saling mengisi dan melengkapi. Beliau juga sosok politisi yang sangat matang," kata Irwan Prayitno.

Nasrul Abit, lanjutnya, sangat pandai menempatkan diri dan menguasai aturan atau norma yang berlaku. Hal demikian menjadikan mereka dapat menjalani pemerintahan dengan baik.

"Di antara kami saling mengisi satu sama lain, saling bersinergi dalam membangun Sumbar sehingga hal-hal yang rumit pun bisa terurai. Kebersamaan membuat kami bisa menyelesaikan banyak urusan dalam pemerintahan."

"Sebagai wakil gubernur, dukungan beliau kepada saya selaku gubernur sangat terasa sekali. Hal ini turut berdampak kepada cara komunikasi kami dengan para kepala OPD. Mereka bersama staf bekerja sungguh-sungguh dalam melayani masyarakat dan menjalankan program-progam pembangunan."

Selain itu, Irwan Prayinto menyebut banyak keteladanan yang ia dapat dari Nasrul Abit. Di antaranya adalah teladan dalam membangun keharmonisan hubungan kepala daerah dan berkomunikasi dengan masyarakat

"Bisa dibilang, tidak ada pertikaian yang berarti antara beliau dengan saya selama menjalani amanah memimpin Sumbar," bebernya.

Baca juga: Mochtar Naim Meninggal Dunia

Irwan Prayitno menyebut masyarakat masih membutuhkan kiprah Nasrul Abit selepas menjadi Wakil Gubenur Sumbar. Namun, takdir berkata lain.

"Kepergian beliau yang terasa begitu cepat menjadikan Sumbar kehilangan salah satu putra terbaiknya dan sosok bijaksana yang mengayomi masyarakat," tutur Irwan Prayitno. (den)

Baca Juga

Rinaldi pernah menjadi Sespri Gubernur Sumbar Irwan Prayitno. Pada 2019, ia terpilih menjadi anggota DPRD Sumbar dari daerah pemilihan Agam dan Bukittinggi dari PKS.
Rinaldi, Dari Sespri Gubernur Hingga Jadi Anggota DPRD Sumbar
Kepala Bappeda Sumbar Hansastri terpilih menjadi Sekdaprov Sumbar yang baru. Putra Pasaman Barat ini merupakan ASN senior dan sarat prestasi.
Hansastri, Putra Pasaman Barat Jadi Sekdaprov Sumbar
Masjid Tua Padukuan merupakan masjid tertua di Nagari Padukuan, Kabupaten Dharmasraya yang selesai dibangun pada tahun 1938.
Masjid Tua Padukuan, Nasibnya Kini
Bakmi GM adalah jaringan restoran Indonesia yang mengkhususkan diri dalam hidangan bakmi. Kuliner ini merupakan ikon bakmi di Jakarta.
Sejarah Bakmi GM, Ikon Bakmi di Jakarta
Gereja GPIB menjadi saksi perkembangan agama Kristen Protestan di Padang yang berkembang sejak abad ke-19. Bangunannya sudah berusia 140 tahun lebih
Sejarah Gereja GPIB Padang, Berusia 140 Tahun Lebih
Di Nagari Pariangan, ada sedikitnya belasan surau dan lokasinya memusat ke arah Masjid Ishlah.
Meninjau Surau-Surau di Pariangan yang Terlewatkan