Masjid Godang Lamo Sialang Berusia Hampir 300 Tahun Terancam Roboh

Masjid Godang Lamo Sialang berlokasi di Jorong Sialang, Nagari Sialang, Kecamatan Kapur IX, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatra Barat.

Masjid Godang Lamo Sialang sebelum puncak atapnya roboh.

Suluah.com – Masjid Godang Lamo Sialang terletak di Jorong Sialang, Nagari Sialang, Kecamatan Kapur IX, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatra Barat (Sumbar). Lokasinya berada di tepi aliran Batang Kapur dan berjarak sekitar 100 km ke arah utara dari Kota Payakumbuh.

Masjid ini berusia hampir 300 tahun. Bangunannya terbuat dari kayu. Namun, kondisinya saat ini memprihatinkan, bahkan terancam roboh karena tidak kunjung ada renovasi.

Sejarah

Kehadiran masjid di Minangkabau pada masa lampau tak terlepas dari sejarah nagari tempatnya berada. Begitu pula dengan Masjid Godang Lamo Sialang yang terdapat di wilayah Nagari Sialang.

Pada umumnya, setiap nagari memiliki masjid utama yang menjadi pusat kegiatan keagamaan oleh masyarakat. Bahkan, salah satu syarat berdirinya nagari adalah keberadaan masjid.

Masjid Godang Lamo Sialang dibangun sekitar tahun 1830. Sesuai namanya, masjid ini merupakan masjid pertama di Nagari Sialang.

Masjid ini menjadi pusat kegiatan ibadah dan penyebaran agama Islam di Nagari Sialang. Di sinilah dulu anak-anak Sialang belajar mengaji dan menuntut ilmu agama.

Namun, seiring waktu, peran masjid ini mulai berkurang. Bahkan, saat ini Masjid Godang Lamo Sialang tidak lagi digunakan. Aktivitas ibadah maupun kegiatan agama masyarakat Nagari Sialang sudah dipusatkan di masjid baru, yakni Masjid Raya Sialang.

Kondisi Saat ini

Masjid Godang Lamo Sialang berlokasi di Jorong Sialang, Nagari Sialang, Kecamatan Kapur IX, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatra Barat.

Kondisi puncak atap masjid yang sudah terban akibat kayu penyangga yang lapuk.

Masjid ini memiliki arsitektur khas masjid kuno di Minangkabau dengan struktur bangunan panggung. Bentuk atapnya berupa limas berundak-undak terdiri dari tiga tingkat.

Baca juga: Masjid Jamik Tigo Baleh, Masjid Pertama di Bukittinggi

Keseluruhan bangunannya terbuat dari kayu. Kayu yang menyangga bangunan dan atap masjid kondisinya sudah lapuk, bahkan keropos. Akibatnya, pada Maret 2021 lalu, puncak atap masjid terban.

Sejauh ini, belum ada perbaikan yang berarti pada masjid ini. Masyarakat setempat berharap pemerintah melakukan renovasi sehingga masjid ini kembali kokoh. [den]

Baca Juga

Al Busyra Basnur, S.H., LL.M. adalah seorang diplomat Indonesia yang sejak Maret 2019 menjabat sebagai Duta Besar (Dubes) RI untuk Etiopia merangkap Republik Jibuti dan Uni Afrika di Addis Ababa
Al Busyra Basnur, Dubes RI untuk Etiopia yang Meniti Karier dari Jurnalis
Kunjungan Kerja ke Kapur IX, Gubernur Sumbar Percepat Bangun Hilirisasi Industri Gambir
Gubernur Sumbar Percepat Bangun Hilirisasi Industri Gambir
Masjid ini berusia lebih dari seabad. Bangunan induknya terbuat dari kayu dengan tambahan bangunan serambi yang terbuat dari batu bata.
Masjid Usang Koto Marapak, Bertahan Meski Ditinggalkan
Bersih dan nyaman, demikian fasilitas ibadah yang ingin dihadirkan oleh pengurus Masjid Jamik Nurul Huda di Kelurahan Silaing Bawah, Kecamatan Padang Panjang Barat, Kota Padang Panjang.
Beribadah di Masjid Jamik Nurul Huda Padang Panjang yang Bersih dan Nyaman
Melihat Masjid dan Surau Syekh Muhammad Jamil di Bayang yang Terabaikan
Melihat Masjid dan Surau Syekh Muhammad Jamil di Bayang yang Terabaikan
Masjid Tuo Ampang Gadang terancam ambruk. Masjid yang berusia hampir dua abad ini kini berada dalam kondisi yang memprihatinkan.
Masjid Tuo Ampang Gadang, Cagar Budaya yang Terancam Ambruk