Pandangan Ahmad Khatib Al-Minangkabawi Terhadap Wahabi

Ahmad Khatib Al-Minangkabawi, seorang ulama asal Minangkabau yang menjadi imam mazhab Syafii di Masjidil Haram, pernah menulis pandangannya tentang Wahabi. 

Kitab "Al-Khittatul Mardhiyyah" karangan Ahmad Khatib Al-Minangkabawi.

Suluah.com – Ahmad Khatib Al-Minangkabawi, seorang ulama asal Minangkabau yang menjadi imam mazhab Syafii di Masjidil Haram, pernah menulis pandangannya tentang Wahabi.

Pandangannya itu termuat di karyanya berjudul Al-Khittatul Mardhiyyah. Kitab ini ditulis dalam bahasa Arab-Melayu dan diterbitkan di Mekkah oleh Percetakan al-Tarqil Majidiyyah pada tahun 1327 H.

Berikut kutipannya sebagai mana ditulis ulang oleh Apria Putra.

Lampiran Gambar

...Maka Ibnu Taimiyah dan Ibnu Qayyim dan segala yang mengikut mereka itu ialah firqah yang telah keluar dari Ahlus Sunnah wal Jamaah yang memerangi mereka itu akan Ahlus Sunnah wal Jamaah, dan mengkufurkan akan mereka itu, dan dinamai mereka itu firqah Wahhabiyyah, dan mereka itu telah banyak pada masa kita ini, pada negeri Hindi dan Syam dan Syarqy (Timur) dan Mesir, dan telah pula sampai kepada negeri kita ini. Mula-mula lalu pada masalah melafalkan dengan niat, dan sedikit lagi, apabila sampai pula kitab-kitab Ibnu Taimiyah dan Ibnu Qayyim yang padanya syubhat-syubhat dan segala itikad mereka itu yang batil, dan telah lalu kenyataan kepada mereka yang mengikut mereka itu, barangkali menjadi pula saudara-saudara dari pada thaifah Wahhabi…

Baca Juga

Masjid Tua Padukuan merupakan masjid tertua di Nagari Padukuan, Kabupaten Dharmasraya yang selesai dibangun pada tahun 1938.
Masjid Tua Padukuan, Nasibnya Kini
Bakmi GM adalah jaringan restoran Indonesia yang mengkhususkan diri dalam hidangan bakmi. Kuliner ini merupakan ikon bakmi di Jakarta.
Sejarah Bakmi GM, Ikon Bakmi di Jakarta
Gereja GPIB menjadi saksi perkembangan agama Kristen Protestan di Padang yang berkembang sejak abad ke-19. Bangunannya sudah berusia 140 tahun lebih
Sejarah Gereja GPIB Padang, Berusia 140 Tahun Lebih
Di Nagari Pariangan, ada sedikitnya belasan surau dan lokasinya memusat ke arah Masjid Ishlah.
Meninjau Surau-Surau di Pariangan yang Terlewatkan
Sumur Ayek adalah sumur tua yang airnya tak pernah kering, bahkan saat musim kemarau sekalipun.
Melihat Sumur Ayek di Nagari Pelangai Kaciak, Pesisir Selatan
Masjid ini berusia lebih dari seabad. Bangunan induknya terbuat dari kayu dengan tambahan bangunan serambi yang terbuat dari batu bata.
Masjid Usang Koto Marapak, Bertahan Meski Ditinggalkan