Majalah Yahudi Pernah Ada di Padang

Suluah.com – Jauh sebelum negara Israel berdiri, ada majalah milik komunitas Yahudi di Padang yang membahas ide mendirikan tanah air Yahudi.

Majalah Erets Israel edisi November 1941. [Foto: Istimewa]

Suluah.com – 14 Mei 1948 menjadi tanggal bersejarah bagi orang Yahudi karena merupakan tanggal diproklamasikannya negara Israel. Namun, jauh sebelum entitas negara Israel berdiri, ternyata pernah ada majalah milik komunitas Yahudi di Padang?

Erets Israel, demikian nama majalah tersebut. Isinya membahas ide tentang sebuah tanah air Yahudi. Bagaimana kisahnya?

Sejarah Yahudi di Padang

Komunitas Yahudi pernah menetap di Padang pada akhir abad ke-19. Saat itu, Padang masih menjadi pusat perdagangan dan bisnis di pantai barat Sumatra

Selain berdagang, warga keturunan Yahudi yang datang ke Padang menjadi tentara kolonial Belanda.

Warga keturunan Yahudi di Padang ternyata sempat membuat komunitas dan organisasi. Salah satu wadah perkumpulan orang Yahudi di Padang adalah Karen Hajesod.

Pada tanggal 9 September 1926, Karen Hajesod menerbitkan majalah propaganda bernama Erets Israel. Tanggal itu bertepatan dengan 1 Tischri 5687 menurut kalender Yahudi.

Erets Israel ditulis dalam bahasa Ibrani dan terbit setiap awal bulan menurut kalender Yahudi. Redakturnya bernama S.I. van Creveld, seorang Yahudi yang tinggal di Padang.

Menurut peneliti sejarah Yahudi, Romi Zarman dalam bukunya Di Bawah Kuasa Antisemitisme,Erets Israel diperuntukan bagi warga Yahudi saja. Nama majalahnya sendiri berarti “Tanah orang Yahudi”.

Salah satu konten majalah ini yakni dukungan terhadap gerakan Zionis. Zionisme adalah gerakan nasionalis Yahudi internasional yang menghasilkan negara Israel di wilayah Palestina sekarang.

Hanya Dua Tahun Terbit

Distribusi Erets Israel tidak hanya terbatas di Padang saja, melainkan juga menjangkau beberapa wilayah di Jawa seperti Batavia, Bandung, dan Semarang.

Namun, majalah milik komunitas Yahudi ini hanya terbit dua tahun di Padang. Sejak 1928, penerbitan majalah mulai berpindah-pindah, dari Bandung, Batavia, Surabaya, Lawang, dan terakhir Malang.

Meski mengalami perpindahan lokasi penerbitan, Erets Israel dapat bertahan hidup hingga 1939. Setelah sempat berhenti terbit, majalah hadir kembali pada 1940.

Riwayat Erets Israel berakhir ketika Jepang mengambil alih kolonisasi di Nusantara.

Baca juga: Selain Ambulans, Padang Punya Kota Kembar di Palestina!

Selain membentuk dan mempertahankan identitas komunitas Yahudi d Nusantara, melalui majalah Erets Israel para aktivis dan pegiatnya turut melakukan pengumpulan dana dalam usaha mendirikan negara Israel di tanah Palestina.

Majalah Erets Israel di Nusantara menjadi bukti mimpi orang Yahudi sedunia untuk mendirikan negara menjadi kenyataan. Tanggal 14 Mei 1948, negara Israel diproklamasikan. [den]

Baca Juga

Abdullah Ahmad
Abdullah Ahmad, Ulama Reformis di Bidang Dakwah dan Pendidikan
Parendangan Nasution adalah seorang guru Indonesia yang saat ini menjadi Kepala SMA Negeri 10 Padang. Ia merupakan lulusan Jurusan Sejarah Universitas Negeri Padang (UNP).
Parendangan Nasution, Guru dan Kepala SMA Negeri 12 Padang
Romi Zarman adalah seorang peneliti Indonesia yang intens menggarap topik sejarah Yahudi Indonesia. Ia merupakan penulis buku Di Bawah Kuasa Antisemitisme.
Romi Zarman, Peneliti Sejarah Yahudi dan Antisemitisme di Indonesia
Sari Lenggogeni
Sari Lenggogeni, Akademisi dan Pengamat Pariwisata Indonesia
Sitinjau Laut atau Sitinjau Lauik adalah ruas jalan yang terkenal memiliki tikungan tajam dan curam menghubungkan Kota Padang dan Solok.
Bagaimana Kelanjutan Proyek Jalan Layang Sitinjau Laut?
Anwar Ilmar pernah menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta (1984–1991). Ia juga pernah menjadi Bupati Jayapura pertama (1967–1975) dan Bupati Merauke kedua (1963–1966).
Anwar Ilmar, Urang Awak yang Jadi Bupati Merauke dan Jayapura hingga Wakil Gubernur Jakarta