Sari Lenggogeni, Akademisi dan Pengamat Pariwisata Indonesia

Sari Lenggogeni

Sari Lenggogeni

Suluah.com – Sari Lenggogeni adalah seorang akademisi dan pengamat pariwisata Indonesia. Ia kerap memberikan masukan terhadap perencanaan dan kebijakan pariwisata, khususnya di Sumatra Barat (Sumbar).

Ia menjabat sebagai Direktur Pusat Studi Pariwisata Universitas Andalas (Unand) sejak 2015 sampai sekarang. Ia juga pernah menjadi Sekretaris Program Studi S-2 Magister Manajemen Unand.

Pendidikan

Sari Lenggogeni lahir di Jakarta pada 14 Oktober 1979 dari keluarga perantau Minangkabau. Ia meraih gelar sarjana ekonomi dari Unand pada 2002 dan magister manajemen dari Universitas Indonesia (UI) pada 2006.

Setelah itu, ia melanjutkan S-3 di School of Tourism Universitas Queensland, Australia pada 2011 dan meraih gelar PhD bidang pemasaran pariwisata pada 2015.

Setelah menyelesaikan S-3, ia kembali ke Kota Padang. Ia mendirikan Pusat Studi Pariwisata Unand dan menjabat sebagai direktur lembaga tersebut sejak 2015 sampai sekarang.

Kiprah dan Pandangan

Sari Lenggogeni banyak menyumbangkan gagasannya soal pariwisata di Sumbar. Semisal pada 2015, ia mengusulkan pembangunan Monumen Asosiasi Lingkar Samudera Hindia (IORA) di Pantai Padang.

Saat itu, Padang terpilih sebagai tuan rumah Pertemuan Menteri-Menteri Anggota IORA. Kehadiran monumen tersebut membuat iven yang bersifat sementara itu terus dikenang hingga sekarang.

DI kancah nasional, Sari Lenggogeni pernah menjadi staf ahli Komite Ekonomi Industri Nasional (KEIN), konsultan pada program sinergi pariwisata Kementerian BUM, dan tim ahli pariwisata berkelanjutan Kementerian Lingkungan Hidup.

Soal pariwisata daerah, Sari Lenggogeni dalam acara TEDX Talks di Padang pada 2018 menyororoti maraknya tempat wisata di Indonesia yang mengikuti tren atau ikon wisata dunia.

Ia mengatakan hal itu tidak akan terjadi apabila daerah dapat menggali identitas kelokalan mereka. Identitas tersebut dapat berupa kearifan lokal maupun irisan kehidupan (slice of life).

"Pariwisata akan mati jika tidak ada atraksi. Atraksi bisa diciptakan dari konsep budaya," katanya.

Pada masa pandemi Covid-19, Sari Lenggogeni ikut menjadi inisiator gerakan Kawal Covid-19 Sumbar dan menyumbangkan pemikirannya mengenai penerapan protokol kesehatan di destinasi wisata. [den]

Baca Juga

Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) Padang.
Mengenal Gereja Advent di Padang
Prof. Syukri Arief adalah ilmuwan kimia Indonesia yang sehari-hari mengajar di Universitas Andalas (Unand).
Syukri Arief, Guru Besar Kimia Universitas Andalas
Marah Adin berkarir sebagai penyuluh pertanian pada masa Hindia Belanda dan pensiun sebagai Kepala Dinas Pertanian Sumatra Tengah (1948–1956)
Marah Adin, Pendiri Kota Solok
Djamaluddin Tamim adalah seorang wartawan dan pejuang kemerdekaan Indonesia yang memimpin Partai Komunis Indonesia di Sumatra Barat pada dekade 1920-an
Djamaluddin Tamim, Berjuang untuk Indonesia Merdeka Meski Keluar-Masuk Penjara
Abdul Hamid Khatib, Putra Ahmad Khatib Al-Minangkabawi yang Jadi Diplomat
Abdul Hamid Khatib, Putra Ahmad Khatib Al-Minangkabawi yang Jadi Diplomat
Asvi Warman Adam adalah sejarawan kontemporer Indonesia yang menjadi peneliti di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) sejak 1983.
Asvi Warman Adam, Menguak Kabut Sejarah