Syukri Arief, Guru Besar Kimia Universitas Andalas

Prof. Syukri Arief adalah ilmuwan kimia Indonesia yang sehari-hari mengajar di Universitas Andalas (Unand).

Syukri Arief. [Foto: Ist.]

Suluah.com – Prof. Dr. Syukri Arief, M.Eng. adalah ilmuwan kimia Indonesia yang sehari-hari mengajar di Universitas Andalas (Unand). Ia menjabat sebagai Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Unand sejak 18 Agustus 2020.

Di bidang keilmuannya, ia menekuni riset di bidang nanopartikel dan lapirsan tipis (untuk material logam, oksida logam, keramik, komposit dan polimer). Pada 2009, ia dikukuhkan sebagai guru besar Unand.

Kehidupan Awal

Lahir pada 18 September 1966, Syukri Arief mengenyam pendidikan dasar hingga menengah di kota kelahirannya, Pariaman. Ia merupakan putra bungsu dari enam bersaudara keluarga aktivis Muhammadiyah dan Aisyiyah

Lulusan SMA Negeri 1 Pariaman pada 1984, ia masuk ke Jurusan Kimia FMIPA Unand dan meraih gelar sarjana/doktorandus pada 1989. Semasa kuliah, ia aktif di Lembaga Bimbingan Belajar Al-Hikmah. Selain itu, bersama Irwan Prayitno dan kawan-kawan, ia ikut mendirikan Yayasan Adzkia Sumatera Barat pada 1988.

Syukri Arief meneruskan S-2 dan S-3 di Universitas Gifu, Jepang dengan beasiswa Monbusho dari Pemerintah Jepang. Ia memperoleh gelar magister bidang kimia terapan pada 2000 dan doktoral bidang kimia material pada 2003.

Sewaktu di Jepang, ia pernah memimpin Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Korda Jepang Tengah (2000–2001). Dalam kapasitasnya tersebut, ia mengetuai pelaksanaan Kongres PPI se-Jepang pada 2001.

Selain itu, ia merupakan Ketua Gifu Muslim Association (GMA) di Gifu (1998–2000). Pada masa kepengurusannya, pembangunan masjid di Gifu mulai dicanangkan (kelak terwujud pada 2007.

Karier Syukri Arief

Syukri memulai karier sebagai dosen tetap di FMIPA Unand sejak 1 Maret 1991. Ia pernah mengepalai Laboratorium Kimia Material pada 2005-2011. Dalam rentang itu, ia sempat merangkap Ketua Jurusan Kimia selama empat bulan sejak 1 Juni 2010.

Dari 2010 sampai 2014, ia menjabat Wakil Direktur 1 Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Program Pascasarjana Unand. dan kembali diangkat pada jabatan yang sama pada 1 Maret 2016 hingga terpilih menjadi Dekan FMIPA pada 2020.

Ia tercatat telah menyelesaikan sekitar 40 penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dengan biaya yang dari pemerintah, swasta, atau mandiri. Setidaknya, 80 paper-nya telah terbit pada prosiding seminar, jurnal nasional, dan jurnal internasional. [den]

Baca Juga

Aisyah Elliyanti adalah ahli kedokteran nuklir Indonesia yang menjadi guru besar untuk bidang tersebut di FK Unand
Aisyah Elliyanti, Spesialis Kedokteran Nuklir Pertama di Sumatera
FK Unand adalah salah satu fakultas kedokteran awal di Indonesia. FK Unand telah memulai perkuliahannya sejak 1955.
Sejarah FK Unand, Berdiri Sejak 1955
Marah Adin berkarir sebagai penyuluh pertanian pada masa Hindia Belanda dan pensiun sebagai Kepala Dinas Pertanian Sumatra Tengah (1948–1956)
Marah Adin, Pendiri Kota Solok
Djamaluddin Tamim adalah seorang wartawan dan pejuang kemerdekaan Indonesia yang memimpin Partai Komunis Indonesia di Sumatra Barat pada dekade 1920-an
Djamaluddin Tamim, Berjuang untuk Indonesia Merdeka Meski Keluar-Masuk Penjara
Abdul Hamid Khatib, Putra Ahmad Khatib Al-Minangkabawi yang Jadi Diplomat
Abdul Hamid Khatib, Putra Ahmad Khatib Al-Minangkabawi yang Jadi Diplomat
Asvi Warman Adam adalah sejarawan kontemporer Indonesia yang menjadi peneliti di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) sejak 1983.
Asvi Warman Adam, Menguak Kabut Sejarah