Melihat Kemiripan Masjid Jamik Sumanik dengan Istana Presiden Brasil

Masjid Jamik Sumanik

Masjid Jamik Sumanik. [Foto: Ist.]

Suluah.com – Banyak masjid di Sumatra Barat (Sumbar) meninggalkan arsitektur tradisional Minangkabau dan mengadopsi arstiektur modern. Salah satunya Masjid Jamik Sumanik yang terletak di Jorong Mandahiling, Nagari Sumanik, Kecamatan Salimpaung, Kabupaten Tanah Datar.

Uniknya, masjid ini memiliki elemen arsitektur yang khas yang jarang terdapat pada masjid umumnya. Elemen itu yakni fasad yang menonjolkan kolom-kolom eksternal layaknya tirai-tirai yang terbuka. Bentuk ini ternyata mirip dengan bangunan Istana Presiden Brasil. Kok bisa?

Mengenal Masjid Jamik Sumanik

Kehadiran masjid di Minangkabau pada masa lampau tak terlepas dari sejarah nagari tempatnya berada. Begitu pula dengan Masjid Jamik Sumanik yang terdapat di wilayah Nagari Sumanik.

Setiap nagari memiliki masjid utama yang menjadi pusat kegiatan keagamaan oleh masyarakat. Hal ini mengingat satu syarat berdirinya nagari adalah keberadaan masjid.

Masjid Jamik Sumanik adalah masjid utama di Nagari Sumanik. Tidak ada data mengenai kapan persisnya masjid ini berdiri. Namun, masjid ini dulunya hanya merupakan bangunan sederhana tidak seperti sekarang.

Pada era 1980-an, masyarakat merombak bangunan lama. Bangunannya diperluas menjadi dua lantai dan dibangun gaya arsitektur modern.

Arsitketur Modern ala Istana Presiden Brasil

Palácio da Alvorada di Brasilia.

Palácio da Alvorada di Brasilia. [Foto: Ist.]

Bangunan masjid modern di Sumbar umumnya sudah menggunakan kubah. Hal yang sama tampak pula pada Masjid Jamik Sumanik. Masjid ini memiliki kubah besar di tengah dikelilingi kubah kecil di empat sisinya.

Namun, masjid ini memiliki elemen arsitektur yang khas selain kubah. Elemen itu yakni fasad yang menonjolkan kolom-kolom eksternal. Antara satu kolom dengan kolom lainnya saling bertaut dan menghasilkan bentuk seperti tirai yang terbuka.

Baca juga: Masjid Jamik Darussalam Koto Baru, Berdinding Ukiran Pandai Sikek dan Berusia Seabad

Ternyata, bentuk ini mirip dengan bangunan Istana Presiden Brasil yakni Palácio da Alvorada yang dibangun pada tahun 1950-an. Bangunan tersebut terletak di Brasilia, ibu kota baru Brasil menggantikan Rio de Janeiro.

Palácio da Alvorada merupakan desain dari arsitek legendaris dunia dan Brasil, Oscar Niemeyer (1907-2012). Ia merupakan salah satu figur arsitektur modern. [den]

Baca Juga

Masjid Tua Padukuan merupakan masjid tertua di Nagari Padukuan, Kabupaten Dharmasraya yang selesai dibangun pada tahun 1938.
Masjid Tua Padukuan, Nasibnya Kini
Ahmad Khatib Datuk Batuah adalah seorang guru agama dan aktivis pergerakan kemerdekaan Indonesia. Ia merupakan tokoh Partai Komunis Indonesia (PKI) terkemuka di Sumatra Barat pada awal abad ke-20.
Ahmad Khatib Datuk Batuah, Dari Sarekat Islam ke PKI
Abdul Hamid Hakim adalah seorang ulama bidang fikih dan pemimpin Thawalib Padang Panjang.
Abdul Hamid Hakim, Ulama Ahli Fikih dan Pemimpin Thawalib Padang Panjang
Idrus Hakimy Dt. Rajo Pangulu adalah seorang ulama dan ahli adat Minangkabau
Idrus Hakimy Dt. Rajo Pangulu, Ulama dan Ahli Adat Minangkabau
Ahmad Yakub Datuk Simarajo adalah seorang ahli adat Minangkabau dan pejuang kemerdekaan Indonesia. Ia merupakan pendiri sekaligus pemimpin Majelis Tinggi Kerapatan Adat Alam Minangkabau (MTKAAM),
Perjuangan Datuk Simarajo, Ahli Adat Minangkabau Untuk Kemerdekaan
Di Nagari Pariangan, ada sedikitnya belasan surau dan lokasinya memusat ke arah Masjid Ishlah.
Meninjau Surau-Surau di Pariangan yang Terlewatkan