Perjalanan Endang Tirtana, Politikus PSI asal Pasaman ke Kursi Komisaris KAI

Endang Tirtana adalah seorang politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang saat ini menjabat sebagai Komisaris Independen PT KAI

Endang Tirtana. [Foto: Ist.]

Suluah.com – Endang Tirtana adalah seorang politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang saat ini menjabat sebagai Komisaris Independen PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Sebelum di PSI, ia sempat keluar masuk partai, mulai dari Partai Matahari Bangsa (PMB), Partai NasDem, dan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura).

Kehidupan Awal

Endang Tirtana lahir di Desa Padang Balai, Nagari Sontang Cubadak, Kabupaten Pasaman, Sumatra Barat (Sumbar) pada 9 April 1981. Ia menamatkan pendidikan dasar di MI Muhammadiyah Sukaramai (1989–1995) dan SMP Negeri 2 Rao (1995–1997), keduanya di Pasaman.

Setelah itu, ia masuk ke Pondok Pesantren Kulliyatul Mubalighien Muhammadiyah "Kauman" Padang Panjang (1998–2000). Sebagai santri Kauman, ia aktif di Ikatan Remaja Muhammadiyah (IKR). Ia pernah memimpin IKR Kauman dan IKR Padang Panjang, Batipuh, dan Sepuluh Koto (Pabasko).

Endang meraih gelar sarjana dari Fakultas Ushuluddin IAIN (kini UIN) Imam Bonjol Padang pada 2005. Semasa berkuliah, ia pernah menjabat Dewan Legislatif Mahasiswa IAIN (2003) dan Ketua Umum Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Sumatra Barat (2002–2004).

Pada 2020, Endang menempuh pendidikan magister bidang ilmu administrasi Universitas Krisnadwipayana dan tamat pada tahun berikutnya.

Endang Tirtana sebagai Politikus

Sebelum menjadi kader partai, Endang Tirtana sempat menjadi peneliti di Maarif Institute for Culture and Humanity pimpinan Ahmad Syafii Maarif. Ia juga menjadi Majelis Kader dan Sumber Daya Manusia Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatra Barat (Sumbar) (2000–2005) dan Wakil Bendahara Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah (2007–2010).

Pada 2007, Endang memulai karier politik di PMB. Pada pemilihan umum (pemilu) legislatif 2009, ia maju sebagai calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) daerah pemilihan (dapil) Sumbar II, tetapi tidak berhasil terpilih.

Dari 2010 sampai 2013, ia menyandang baju Partai NasDem dan duduk dalam kepengurusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) partai tersebut.

Menjelang pemilu legislatif 2014, ia pindah lagi ke Partai Hanura. Ia mencalonkan diri sabagai anggota DPR dapil Sumbar II, tetapi juga tidak terpilih.

Jadi Komisaris KAI Lewat PSI

Pada pemilu 2019, Endang untuk ketiga kalinya maju sebagai calon anggota DPR-RI dapil Sumbar II, tapi kali ini melalui Partai Solidaritas Indonesia. Sebagai kader PSI, ia juga ikut dalam tim sukes Joko Widodo untuk pemilihan presiden (pilpres) 2019.

Namun, lagi-lagi, ia tidak berhasil terpilih menjadi anggota DPR. Meski demikian, seperti halnya banyak relawan Joko Widodo, ia mendapat kesempatan mengisi kursi-kursi komisaris

Pada Oktober 2020, Endang menjadi Komisaris Independen PT Semen Baturaja. Setahun berikutnya, ia diangkat menjadi Komisaris Independen PT KAI. [den]

Baca Juga

Prof. Syukri Arief adalah ilmuwan kimia Indonesia yang sehari-hari mengajar di Universitas Andalas (Unand).
Syukri Arief, Guru Besar Kimia Universitas Andalas
Marah Adin berkarir sebagai penyuluh pertanian pada masa Hindia Belanda dan pensiun sebagai Kepala Dinas Pertanian Sumatra Tengah (1948–1956)
Marah Adin, Pendiri Kota Solok
Djamaluddin Tamim adalah seorang wartawan dan pejuang kemerdekaan Indonesia yang memimpin Partai Komunis Indonesia di Sumatra Barat pada dekade 1920-an
Djamaluddin Tamim, Berjuang untuk Indonesia Merdeka Meski Keluar-Masuk Penjara
Abdul Hamid Khatib, Putra Ahmad Khatib Al-Minangkabawi yang Jadi Diplomat
Abdul Hamid Khatib, Putra Ahmad Khatib Al-Minangkabawi yang Jadi Diplomat
Asvi Warman Adam adalah sejarawan kontemporer Indonesia yang menjadi peneliti di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) sejak 1983.
Asvi Warman Adam, Menguak Kabut Sejarah
Zukri Saad adalah aktivis Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Indonesia yang berkiprah dalam gerakan masyarakat sipil di Sumatra Barat
Zukri Saad, Tokoh Gerakan Masyarakat Sipil Sumatra Barat