Erniwati, Sejarawan Tionghoa Indonesia

Suluah.com – Dr. Erniwati, M.Hum adalah seorang sejarawan Indonesia. Ia banyak melakukan penelitian bertopik sejarah Tionghoa di Sumatra Barat.

Sehari-hari, ia mengajar sebagai dosen di Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Negeri Padang (UNP). Selain fokus pada sejarah Tionghoa, ia juga meneliti tentang tokoh lokal dan topik sejarah lainya.

Profil

Erniwati lahir pada 6 April 1971 di Padang. Ia menamatkan S-1 Jurusan Sejarah di Universitas Andalas (Unand) pada 1995. Sejak 1998, ia mulai mengajar di Jurusan Sejarah FIS UNP.

Setelah itu, ia menyelesaikan studi magister di Universitas Gadjah Madah (UGM) pada 2002 dan Universitas Indonesia (UI) pada 2012.

Erniwati menekuni sejarah Tionghoa Indonesia, khususnya Tionghoa Padang, sejak menyelesaikan skripsi yang berjudul "Perhimpunan Kematian Tionghoa: Tinjauan terhadap Aktivitas Sosial-Budaya Himpunan Bersatu Teguh di Padang 1965–1990" di UNP.

Selanjutnya, ia menulis tesis berjudul "Asap Hio di Ranah Minang: Komunitas Tionghoa di Sumatera Barat" di UGM dan disertasi berjudul "Cina Padang dalam Dinamika Masyarakat Minangkabau: Dari Revolusi sampai Reformasi" di UI.

Karya Erniwati

Sebagai dosen sejarah UNP, Erniwati telah melakukan beberapa penelitian terkait sejarah Tionghoa, yakni Eksistensi Organisasi Etnis Tionghoa di Kota Padang: Jejak Pemerintahan Kolonial Belanda Hingga Reformasi (2014) dan Tuan Tanah Tionghoa Padang (2015)

Ia juga menulis di berbagai jurnal baik dalam negeri maupun luar negeri. Pada 2016, ia meluncurkan buku berjudul 140 Tahun Heng Beng Tong: Sejarah Perkumpulan Tionghoa 1876–2016 yang diterbitkan oleh Komunitas Bambu.

Selain mengangkat topik seputar Tionghoa, penelitian Erniwati juga mencakup tokoh lokal dan topik sejarah lainnya. Di antara biografi tokoh yang ia tulis yakni Wali Kota Solok Hasan Basri, anggota DPRD Sumbar M. Zen Gomo, Rektor UNP Zainuddin Sutan Kerajaan, dan pejuang kemerdekaan Indonesia Samaun Bakri.

Adapun topik sejarah lain yang ia tulis yakni tentang keturunan India di Indonesia, Partai Golkar di Sumbar, Muhammadiyah di Kabupaten Pasaman Barat,  Tarekat Samaniyah di Nagari Lubuk Gadang, dan Perguruan Islam Ar Risalah. [den]

Baca Juga

Aisyah Elliyanti adalah ahli kedokteran nuklir Indonesia yang menjadi guru besar untuk bidang tersebut di FK Unand
Aisyah Elliyanti, Spesialis Kedokteran Nuklir Pertama di Sumatera
Prof. Syukri Arief adalah ilmuwan kimia Indonesia yang sehari-hari mengajar di Universitas Andalas (Unand).
Syukri Arief, Guru Besar Kimia Universitas Andalas
Marah Adin berkarir sebagai penyuluh pertanian pada masa Hindia Belanda dan pensiun sebagai Kepala Dinas Pertanian Sumatra Tengah (1948–1956)
Marah Adin, Pendiri Kota Solok
Muhammad Saleh Datuk Rangkayo Basa adalah saudagar Minangkabau terkemuka pendiri Maskapai Dagang Pariaman (MDP) pada 1901
Muhammad Saleh Pariaman, Dari Nahkoda ke Saudagar
Zukri Saad adalah aktivis Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Indonesia yang berkiprah dalam gerakan masyarakat sipil di Sumatra Barat
Zukri Saad, Tokoh Gerakan Masyarakat Sipil Sumatra Barat
Erlina Burhan adalah seorang dokter spesialis paru Indonesia yang berpraktik di dua lokasi di Jakarta, yakni di RS Islam Jakarta Cempaka Putih dan RS YARSI
Erlina Burhan, Berkiprah Eliminasi TB hingga Penanganan Pandemi Covid-19