Yulfira Riza, Filolog UIN Imam Bonjol Padang

Suluah.com – Yulfira Riza adalah seorang filolog Indonesia. Saat ini, ia beraktivitas sebagai dosen di Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang.

Fokus penelitiannya adalah manuskrip dan naskah di Minangkabau. Salah satu buku yang ia tulis yakni Warisan Ulama Sufi Minangkabau: Sebuah Kajian Filologis terhadap Naskah Kitab Sifat Dua Puluh (2015).

Kehidupan Awal

Yulfira Riza lahir pada 10 Juli 1983 di Kota Bukittinggi, Sumatra Barat (Sumbar). Ia menyelesaikan pendidikan dasar hingga menengah di kota kelahirannya.

Selepas tamat SMA pada 2001, ia mengambil kuliah di Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa Sastra dan Seni, Universitas Negeri Padang (UNP). Ia meraih gelar sarjana pada 2005.

Setahun berselang, ia melanjutkan S-2 di Bidang Kajian Utama Filologi Unversitas Padjadjaran (Unpad) Bandung dan tamat pada 2008. Ia menyelesaikan pendidikan magister hanya dalam 1,5 tahun.

Karier Akademik

Selepas meraih gelar magister pada 2008, Yulfira Riza mengajar mata kuliah filologi di Fakultas Adab dan Humaniora IAIN (kini UIN) Imam Bonjol.

Selain mengajar, ia tercatat pernah menjadi Sekretaris Program Studi (Prodi) D-3 Perpustakaan serta Ketua Prodi Sejarah Peradaban Islam Fakultas Adab dan Humaniora.

Ia aktif menjadi peneliti naskah dan terlibat dalam kegiatan pengabdian masyarakat yang berkaitan dengan pernaskahan.

Salah satu buku yang ia tulis yakni Warisan Ulama Sufi Minangkabau: Sebuah Kajian Filologis terhadap Naskah Kitab Sifat Dua Puluh (2015). Buku ini merupakan tesisnya di Unpad.

Pada 2020 lalu, ia menyelesaikan studi doktoral bidang kajian filologi di Prodi Ilmu Sastra Fakultas Ilmu Budaya Unpad. Disertasinya berjudul Naskah Al Mu’asyarah: Kajian Filologi dan Rekonstruksi Wacama Gender dalam Masyarakat Minangkabau Awal Abad Ke-20.

Saat ini, Yulfira Riza tercatat sebagai anggota aktif Masyarakat Pernasakahan Nusantara (Manassa). [den]

Baca Juga

Prof. Syukri Arief adalah ilmuwan kimia Indonesia yang sehari-hari mengajar di Universitas Andalas (Unand).
Syukri Arief, Guru Besar Kimia Universitas Andalas
Marah Adin berkarir sebagai penyuluh pertanian pada masa Hindia Belanda dan pensiun sebagai Kepala Dinas Pertanian Sumatra Tengah (1948–1956)
Marah Adin, Pendiri Kota Solok
Djamaluddin Tamim adalah seorang wartawan dan pejuang kemerdekaan Indonesia yang memimpin Partai Komunis Indonesia di Sumatra Barat pada dekade 1920-an
Djamaluddin Tamim, Berjuang untuk Indonesia Merdeka Meski Keluar-Masuk Penjara
Abdul Hamid Khatib, Putra Ahmad Khatib Al-Minangkabawi yang Jadi Diplomat
Abdul Hamid Khatib, Putra Ahmad Khatib Al-Minangkabawi yang Jadi Diplomat
Asvi Warman Adam adalah sejarawan kontemporer Indonesia yang menjadi peneliti di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) sejak 1983.
Asvi Warman Adam, Menguak Kabut Sejarah
Zukri Saad adalah aktivis Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Indonesia yang berkiprah dalam gerakan masyarakat sipil di Sumatra Barat
Zukri Saad, Tokoh Gerakan Masyarakat Sipil Sumatra Barat